Apa itu gelar Sekuriti Siber?

Keamanan dan privasi di dunia maya semakin terancam seiring dengan perkembangan internet yang pesat. Mengapa bisa terancam? Karena informasi di internet dapat diperoleh dan dimanfaatkan secara negatif oleh para hacker. Itulah mengapa keberadaan jurusan Sekuriti Siber memiliki peran yang penting dalam mencegah dan menanggulangi hal tersebut.

Program Cyber Security menawarkan gelar khusus dalam jaminan keamanan dunia maya dengan membekali mahasiswa dengan keahlian teknis yang dibutuhkan untuk memasuki persaingan cyber. Mahasiswa akan mempelajari cara memproteksi pemerintah maupun industry dari serangan dunia maya (cyber attack). Lulusan program cyber security akan memiliki bekal pengetahuan dan keahlian dalam perancangan, pengujian dan implementasi pretahanan dalam dunia maya.

Peluang Kerja Sekuriti Siber

Industri sekuriti siber sedang mengalami perkembangan pesat akibat dari bangkitnya kriminalitas di dunia maya. Menurut badan pemerintah US Bureau of Labor Statistics, peluang kerja untuk analis dunia virtual akan tumbuh setidaknya 28% hingga tahun 2026, ini adalah pertumbuhan karir paling pesat dibandingkan dengan industri lainnya.

Karir sarjana sekuriti siber masih terbuka dengan luas, berbagai macam industri swasta dan pemerintah masih membutuhkan pengamanan data dan sistem. Lulusan baru sekuriti siber biasanya melanjutkan pekerjaan dalam bidang Keamanan Teknologi Informasi sebuah perusahaan. Tugas intinya adalah melindungi data dan privasi milik perusahaan dan mencegah serangan para hacker.

Selepas dari mata kuliah Sekuriti Siber, mahasiswa bisa memiliki sertifikasi dari berbagai macam Teknologi dan Informasi, seperti CISSP (Certified Information Systems Security Professional) ataupun CEH (Certified Ethical Hacker). Teknisi Siber Sekuriti yang memiliki sertifikasi tersebut bisa mendapatkan gaji mulai dari kisaran £52,500 hingga £82,500 per tahunnya.

Kurikulum Sekuriti Siber

Siswa akan mulai belajar dari pengertian tentang dunia maya, sistem pengoperasian komputer, dan manajemen resiko tentang data. Setelah siswa belajar program dasar, siswa akan melanjutkan pendalaman ilmu tentang sistem keamanan komputer, termasuk bahasa programming, manajemen database, cryptography dan artificial intelligence (AI). Kegiatan pada saat kuliah banyak melibatkan kelas tutorial dan praktek menggunakan komputer dan memecahkan masalah.

Banyak program kuliah yang menawarkan spesialisasi sekuriti siber, contohnya mulai dari forensik dan layanan penyimpanan data cloud.  Pada jenjang terakhir di program sekuriti siber, siswa akan terlibat dalam projek individu atau grup yang mengizinkan siswa untuk menerapkan teori yang dipelajari di kelas pada dunia nyata.

Siswa yang berminat untuk mempelajari sekuiriti siber biasanya sangat analitis dan termasuk tipe yang suka memecahkan masalah. Selain memiliki kedua karakter ini, siswa biasanya memiliki kegemaran di bidang tekonologi dan ketertarikan dengan isu yang ditimbulkan oleh kriminal secara online. Siswa siber sekuriti bisa dibilang akan bekerja sebagai detektif yang menyelidiki masalah di dunia virtual.